29 October, 2010

Permainan untuk Anak di Lokasi Pengungsian

Permainan yang sangat dinamis ini membutuhkan kecepatan dan kelincahan gerak anak. Selain berupa permainan fisik, jika diteruskan diskusinya, dapat digunakan untuk membantu anak memahami pentingnya kebersihan/melawan kuman. Cara yang disarankan, adalah cara paling gampang, mencuci tangan.

Permainan ini pada dasarnya mirip dengan berbagai permainan tentang kucing-kucingan. Ada anak yang berperan sebagai "kucing", dan ada yang berperan sebagai "tikus" yang harus ditangkap. Kemudian dibutuhkan sekelompok anak yang membentuk lingkaran, dan membantu si "tikus" lolos dari terkaman "kucing".

Permainan diawali dengan adanya seorang anak yang menjadi Kuman dan seorang anak lainnya berperan sebagai Eka. Anak-anak lainnya berpegangan tangan, terentang membentuk lingkaran sebagai Air Sabun. Berbeda dari permainan Kucing & Tikus yang biasa, anak-anak yang membentuk lingkaran tidak boleh menghalangi Kuman mengejar Eka ke dalam lingkaran. Tugas Kuman adalah menangkap Eka, dan tugas Eka adalah menghindar dari Kuman. Eka dapat berlari ke dalam ataupun ke luar lingkaran.

Secara umum, aturan permainannya adalah sebagai berikut:
  1. Anak yang berperan sebagai Kuman harus menangkap anak lainnya yang berperan sebagai Eka. Eka boleh masuk ke dalam lingkaran, dan/atau memancing Kuman masuk ke dalam lingkaran.  Jika Kuman ikut masuk dan terjebak dalam lingkaran air sabun, Eka harus meneriakkan kata "GOSOK!", segera keluar dari lingkaran, dan para pemain yang menjadi lingkaran air sabun mulai berhitung hingga hitungan ke 20 sambil mengecilkan ruang gerak Kuman, memaksanya berada dalam lingkaran. Jika Kuman tidak berhasil meloloskan diri dari lingkaran dalam hitungan 20, maka Kuman akan kalah (Eka menang terhadap Kuman).
  2. Sebaliknya, jika Eka berada di luar lingkaran, Kuman dapat mulai berhitung hingga 20, sambil berusaha menangkap/menyentuh Eka. Jika Eka masih berada di luar lingkaran pada hitungan ke 20, dan belum tertangkap, Kuman dapat menambah jumlahnya dengan merekrut anak lain yang menjadi lingkaran. Eka akan menghadapi lebih banyak Kuman (karena tidak berhasil "menggosok" Kuman ke dalam lingkaran air sabun).
  3. Jika Eka tertangkap oleh Kuman (baik di luar atau di dalam lingkaran sebelum hitungan ke 20) maka peran mereka bertukar. Anak yang tadinya menjadi Eka (dikejar) berganti menjadi Kuman (mengejar) dan sebaliknya.
  4. Jika terdapat lebih dari satu Kuman ketika Eka tertangkap, maka Kuman yang berhasil menangkap Eka berubah menjadi pagar lingkaran. Kuman lainnya berubah menjadi Eka (pada kasus seperti ini, jumlah Eka dapat lebih dari satu). Eka yang tertangkap berganti peran menjadi Kuman, dan harus mengejar 'Eka-eka' lainnya.

Dalam proses diskusi, anak-anak dapat difasilitasi untuk menyimpulkan, bahwa:

Kuman dapat berada di mana saja. Setiap kali kita mencuci tangan, jumlah kuman yang menempel pada tangan kita akan berkurang. Jika kita hanya menggosok tangan sebentar (kurang dari 20 detik) ketika mencuci tangan, maka kuman-kuman yang menempel belum tentu hilang. 
Jika kita rajin mencuci tangan dengan sabun, maka kita bisa menghindari kuman. 

Permainan yang dimodifikasi dari permainan tradisional rakyat Aceh ini, menyisipkan pesan yang berhubungan dengan perlunya mencuci tangan ke dalam aturan permainan. Di lokasi pengungsian, semoga permainan seperti ini mengalihkan trauma mereka dari bencana yang sedang terjadi.

*Sumber dari permainan tradisional Aceh, Rimeung Ngon Kameng. Disadur dari Kumpulan Modul Kegiatan Cuci Tangan untuk Anak Setingkat Sekolah Dasar yang diterbitkan oleh: Save the Children, didukung oleh USAID.
Post a Comment